Monthly Archives: Maret 2015

Melati 9

Ada stabilo di ranjang rawatnya. Aku tau, dia tetap yang dulu. Seburuk apapun kondisinya, dia senang belajar. Aku pun begitu.

Dikala orang lain menentangnya belajar, aku diam karena aku tau rasanya.

Hai teman yang terbaring lemah!

Andai kita bisa berbagi kesakitan, aku mau

Ketika matanya semakin menguning, mataku semakin memerah

Air mata ini belum tau cara menutupi kesedihan

Hanya 30 menit yang kusiapkan untuk melihat penderitaannya

Menit ke 31 air mataku membucah ingin menumpah

Saat itu aku beri kode pada temanku untuk segera pergi

Aku tak kuat lagi

Saat cium dan pelukan ibunya diiringi air mata tertuju ke arahku, ingin aku seka dan berkata kalau aku baik baik saja bu

Tidak pernah aku merasa disayang setulus ini selain oleh keluargaku

Aku hanya tidak mampu berkata banyak

Kalau aku bisa, aku akan tetap bersama kalian, menemani hingga kepulihan

Tapi ruang gerakku kini terbatas

Aku sudah tak berkapasitas

Hai teman yang sedang terbaring lemah!

Tolong cepat tinggalkan ruang melati 9 dan lanjutkan citamu

Aku menunggu kabar kabar bahagia dari ibumu